awak sentiasa jadi yang paling sempurna di mata saya
setiap saja lihat awak saya rasa seperti di awan bahagia
sampai siapa sahaja berani mengeji awak punya cela,
saya akan pantas tegah dan bela
bagi saya awak langsung tak ada sompek di mana mana
sempurna nya awak di mata saya
seperti pelangi di langit tinggi
menebar warna yang begitu warni
memancar gembira petang atau pagi
menjanji suka di sebalik gerimis dan terik mentari
tapi awak
saya lupa
awak cuma bagai pelangi yang sempurna
yang lumrahnya pelangi itu cuma jauh di langit tinggi sana
biarpun pelangi sempurna
biarpun pelangi penuh warna
pelangi tetap cuma hiasan dunia
yang kita boleh tengok saja
tak mungkin kita pegang
tak mungkin kita sentuh
dan awak tetap pelangi yang saya cuma boleh tengok dari jauh
Showing posts with label aku. Show all posts
Showing posts with label aku. Show all posts
Thursday, 21 November 2013
Saturday, 5 October 2013
Pujuk
Aku memang jenis yang boleh terhidupkan kembali semangat cuma dengan membaca kata-kata pujangga.
Dikirim nota ayat bermadah puisi cinta sahaja mampu buat aku senyum dan tersentuh jiwa.
Kerana terkadang, ayat manis bagai gula itu lebih ikhlas bunyinya.
Jadi untuk pujuk rasa kamu, aku kirim ayat itu.
Entah mampu atau tidak kamu terpujuk seperti aku. Entah aku tidak tahu.
Yang terpenting,
cukuplah engkau tahu setiap bait kata dalam coretan itu ikhlas lahir dari hati aku.
Dikirim nota ayat bermadah puisi cinta sahaja mampu buat aku senyum dan tersentuh jiwa.
Kerana terkadang, ayat manis bagai gula itu lebih ikhlas bunyinya.
Jadi untuk pujuk rasa kamu, aku kirim ayat itu.
Entah mampu atau tidak kamu terpujuk seperti aku. Entah aku tidak tahu.
Yang terpenting,
cukuplah engkau tahu setiap bait kata dalam coretan itu ikhlas lahir dari hati aku.
Wednesday, 2 October 2013
Aku Semakin Tua
Mungkin aku dah semakin tua untuk rasa ini.
Rasa yang aku perlu dihormati.
Mungkin aku sudah semakin tua untuk bicara lagak seorang senior dewasa.
Aku tahu aku semakin tua.
Semakin mudah kecil hati, mudah menyalah persepsi, makin mudah salah erti.
Maaf dengan sikap makin tua aku. Sebab lumrahnya aku memang semakin tua.
Sunday, 9 June 2013
Aku yang terkecewakan oleh Diri Sendiri
Ya, aku memang jenis yang mudah terkecewakan dengan hal remeh sekalipun.
Sebab aku jenis pemikir.
Dan sebab itu aku akan terdiam. Menjadi pendiam untuk sekejap.
Semua sebab hal remeh tu yang paling aku jaga jaga
Paling aku harap aku tak buat
Untuk kali kedua
Bila aku buat jugak
itu yang buat aku kecewa. Sangat.
Sebab aku jenis pemikir.
Dan sebab itu aku akan terdiam. Menjadi pendiam untuk sekejap.
Semua sebab hal remeh tu yang paling aku jaga jaga
Paling aku harap aku tak buat
Untuk kali kedua
Bila aku buat jugak
itu yang buat aku kecewa. Sangat.
Wednesday, 5 June 2013
Dewasa
makin dia dewasa,
makin pandai dia berkata, makin petah bicaranya
makin dia dewasa,
makin berani dia, luncur laju tiap lakunya. tiap tingkah gerak dan gerinya
dia dewasa, katanya mau belajar kenal dunia
mau tilik tiap ragam manusia
mau perhati selok belok hidup mereka
juga mau rasa erti seorang insan tercipta
hari makin hari
hari berlalu pergi
esok menjengah, semalam hilang membawa diri, dan hari ini, harus hadap dan lalui
dan dia, dia makin dewasa
makin takut dengan yang dia hadap
makin tak sanggup dengan yang dia lihat
makin kecewa dengan apa yang dia harap
dewasa tak seindah yang dia sangka.
banyak betul buruk jahat dunia
banyak betul keji nista manusia
banyak betul dengki caci pendusta.
dan saat ini, dia rindu zaman kecilnya.
zaman belum tahu apa apa
masa wang saku 30 sen pun sudah cukup bermakna
tika bermain itu nikmat dunia.
kalau saja aku masih kecil, akan kudoa agar dewasa aku tidak ada pendusta
tidak ada pengkeji juga pengnista.
akan kudoa dewasa ku penuh gembira. penuh bahagia.
Lots Of Love,
A Z I R A N G A D E N A N
makin pandai dia berkata, makin petah bicaranya
makin dia dewasa,
makin berani dia, luncur laju tiap lakunya. tiap tingkah gerak dan gerinya
dia dewasa, katanya mau belajar kenal dunia
mau tilik tiap ragam manusia
mau perhati selok belok hidup mereka
juga mau rasa erti seorang insan tercipta
hari makin hari
hari berlalu pergi
esok menjengah, semalam hilang membawa diri, dan hari ini, harus hadap dan lalui
dan dia, dia makin dewasa
makin takut dengan yang dia hadap
makin tak sanggup dengan yang dia lihat
makin kecewa dengan apa yang dia harap
dewasa tak seindah yang dia sangka.
banyak betul buruk jahat dunia
banyak betul keji nista manusia
banyak betul dengki caci pendusta.
dan saat ini, dia rindu zaman kecilnya.
zaman belum tahu apa apa
masa wang saku 30 sen pun sudah cukup bermakna
tika bermain itu nikmat dunia.
kalau saja aku masih kecil, akan kudoa agar dewasa aku tidak ada pendusta
tidak ada pengkeji juga pengnista.
akan kudoa dewasa ku penuh gembira. penuh bahagia.
Lots Of Love,
A Z I R A N G A D E N A N
Subscribe to:
Posts (Atom)